PROSES PRODUKSI BIOFUEL MINYAK JELANTAH DENGAN VARIASI KATALIS KOH DAN NAOH DI NGENTAK KUTOWINANGUN LOR TINGKIR SALATIGA

Authors

  • Arum Kurnia Pratiwi Jurusan Teknik Sistem Energi, Institut Teknologi Yogyakarta
  • Ucik Ika Fenty Styana Jurusan Teknik Sistem Energi, Institut Teknologi Yogyakarta
  • Adi Kurniawan Jurusan Teknik Sistem Energi, Institut Teknologi Yogyakarta

Abstract

Pedagang kali lima yang ada di Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga sebagian besar adalah pedagang bebek goreng, ayam goreng, gorengan, dan jenis makanan gorengan lainnya. Kondisi ini mengakibatkan produksi limbah minyak jelantah yang signifikan setiap harinya dan akan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Dalam rangka menanggulangi masalah tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi biofuel melalui proses transesterifikasi. Penelitian ini juga melihat pengaruh variasi katalis KOH dan NaOH serta suhu pemanasan (50°C, 60°C, dan 70°C) terhadap kualitas biofuel minyak jelantah yang harus memenuhi standar SNI 7182:2015. Parameter yang diuji meliputi rendemen, densitas, viskositas kinematik, kadar air, dan uji nyala biofuel minyak jelantah yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas biofuel dari limbah minyak jelantah memenuhi standar SNI 7182:2015 untuk sebagian besar parameter kecuali kadar air yang masih melebihi batas standar. Variasi katalis KOH menunjukkan hasil paling baik dengan rerata rendemen 69,7%, densitas 884 kg/m3, viskositas kinematik 2,56 cSt, kadar air 0,07%, dan uji nyala selama 3643 detik atau setara dengan 1 jam 34 menit. Berdasarkan hasil penelitian dan nilai perbandingan dengan nilai baku mutu yang ditetapkan biofuel dari limbah minyak jelantah ini dapat digunakan sebagai pengganti sumber bahan bakar minyak.

Downloads

Published

2024-01-25

Issue

Section

Articles