ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN REHABILITASI MANGROVE DI DESA PIRU KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

Authors

  • Amus Makaruku Institut Teknologi Yogyakarta
  • Rukmini Aliman Institut Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37412/jrl.v2i2.2

Keywords:

mangrove, rehabilitasi, keberhasilan pertumbuhan, faktor lingkungan

Abstract

Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki potensi wisata, tambang maupun perikanan yang menyebabkan perubahan peruntukan lahan mangrove sebagai tempat wisata, pelabuhan dan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove, mengukur tingkat pertumbuhan mangrove yang direhabilitasi, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mangrove yang di rehabilitasi di Desa Piru,Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat,Maluku dari bulan Maret sampai bulan Mei 2017.

Pengukuran keberhasilan hidup dan pertumbuhan mangrove dilakukan pada plot dengan ukuran 5 x 5 meter, sedangkan pengukuran faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keberhasilan rehabilitasi mangrove menggunakan sub plot ukuran 1 x 1 meter. Analisis keberhasilan hidup mangrove manggunakan analisis kuantitaif deskriptif, sedangkan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi keberhasilan rehabilitasi mangrove menggunakan analsis deskriptif.

Tingkat keberhasilan rehabilitasi dinilai kurang berhasil dimana persentase keberhasilan hidup anakan Rhizophora mucronata masih di bawah 70 %. Tingkat pertumbuhan anakan Rhizophora mucronata baik dari segi tinggi maupun jumlah daun mengalami pertambahan tetapi tidak merata pada seluruh plot. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan rehabilitasi mangrove yaitu salinitas dan suhu masih dalam kisaran yang sesuai untuk Rhizophora sp. Substrat pada lokasi penelitian didominasi oleh substrat pasir. Pasang surut dan zonasi menunjukan kesesuaian untuk habitat Rhizophora sp. Keragaman benthos pada lokasi penelitian tergolong sedang dan paling dominan ditemukan dari kelas Gastropoda dan Bivalvia sebab kandungan substrat yang cocok untuk habitat kedua jenis ini

References

Ahmad, F., 2010. Kondisi Hutan Mangrove Teluk Piru, Seram Barat, Maluku. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 7, No.2, Hlm 731-743, Desember 2015.

Amrul, H.M.Z.N., 2007. Kualitas Fisika-Kimia Sedimen Serta Hubungannya Terhadap Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Estuari Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Tesis, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Barat, 2014. Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Seram Bagian Barat. Piru.

Bayan, I.E., 2014. Analisis Degradasi Fungsi Ekologi Mangrove Sebagai Habitat Makrozoobentos dan Pengelolaanya di Pantai Angke Kapuk, Jakarta Utara. Institut pertanian Bogor.

Fitriana, Y.R., 2003. Keanekaragaman dan Kemelimpahan Makrozoobentos di Hutan Mangrove Hasil Rehabilitasi Tanaman Hutan Raya Ngurah Rai Bali. Jurnal Biodiversitas, Vol. 7, No.1, Hlm 67-72, Januari 2006.

Ghufran H. Kordi K.M., 2012. Ekosistem Mangrove : Potensi, Fungsi dan Pengelolaan. Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.

Irwanto, 2006. Keanekaragaman Fauna Pada Habitat Mangrove. Yogyakarta.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (2004). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Ekosistem Mangrove.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia (2008). Peraturan Manteri Kehutanan Nomor P.70/Menhut-II/2008 tahun 2008, tentang Pedoman Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Pattimahu, D.V., 2010. AnalisisPerubahan Penutupan Lahan Mangrove di Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, Vol 1. No. 1, Agustus 2016:22-27.

Downloads

Published

2019-12-24

Issue

Section

Articles