PEMANFAATAN “FLOATING PLANT” DALAM HORIZONTAL SAND FILTER TERHADAP PENURUNAN KADAR PO4 3- PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY

Authors

  • Zainal Mukhlis Amarullah Institut Teknologi Yogyakarta
  • Rita Dewi Triastianti Institut Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37412/jrl.v2i2.7

Keywords:

Floating Plant, Eceng Gondok (Eichhornia crassipes), Fosfat

Abstract

       Pertumbuhan industri laundry memiliki efek samping yang kurang baik, sebab industriindustri kecil tersebut sebagian besar langsung membuang limbahnya ke selokan atau badan air tanpa pengolahan terlebih dulu. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dalam limbah tersebut mengandung bahan pencemar antara lain yaitu fosfat yang tinggi. PO4 yang berlebih dalam badan air akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tanaman eceng gondok (Eichornia Crassipes) dapat menurunkan konsentrasi fosfat dari limbah cair laundry dengan variasi waktu kontak 2 hari, 4 hari dam 6 hari. Serta mengetahui seberapa besar efisiensi pemanfaatan floating plant dalam horizontal sand filter dalam menurunkan kadar fosfat limbah cair laundry.

       Pemanfaatan floating plant dalam horizontal sand filter adalah salah satu alternatif penyisihan fosfat yang mudah dan murah yang mana dalam unit reaktor ini akan mengkombinasikan dua proses yaitu proses filtrasi dengan menggunakan media pasir dan fitoremediasi menggunakan tumbuhan eceng gondok. Percobaan dilakukan dengan menggunakan perlakuan variasi jumlah tanaman eceng gondok (5 tanaman, 10 tanaman, 15 tanaman, dan 0 tanaman sebagai kontrol) dan detensi waktu fitoremediasi (hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-6).

       Berdasarkan hasil pengujian (sampel diambil tiap dua hari sekali selama 6 hari) diketahui waktu efektif fitoremediasi penyerapan fosfat pada limbah cair laundry yang optimal (efisien) adalah pada hari ke-2 dengan konsentrasi rata-rata 0,024 mg/L untuk jumlah 5 tanaman, 0,014 mg/L untuk jumlah 10 tanaman dan 0,011 mg/L untuk jumlah 15 tanaman. Konsentrasi fosfat pada efluen horizontal sand filter sebesar 1,797 mg/L.

References

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta : Andi Arya Wardhana, Wisnu. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta : Andi

Alaerts,G.,dan Santika, S.S. 1987. Metode Penelitian Air.Usaha Nasional. Surabaya. Indonesia

Anonim. 2009. Filtrasi Air Limbah. Scribd.com. (Diakses tanggal 06 Desember 2014)

Anonim. 2015. Dampak Negatif Lingkungan oleh Senyawa Fosfat pada Deterjen. http://www.amazine.co/39886/dampak-negatif-lingkungan-oleh senyawa-fosfat-pada-detejen/.(Diakses tanggal 07 Mei 2015)

Boyd, C. E. 1981. Water Quality in Warm Water Fish Pond. Aubum. 358 p.

Connell, D., dan Miller, G., (1995) Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran, UI Press, Jakarta

Eddy & Metcalf. 2003. Wastewater Engineering: Treatment and Reuse. Edisi IV. Mc Graw Hill Inc. New York.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan Perairan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Ginting, Perdana. 2007. Sistem Pengelolaan Lingkungan Dan Limbah Industri, Cetakan pertama. Bandung: Yrama Widya.

Gunawan Pasaribu, 2007, Pengolahan Eceng Gondok Sebagai Bahan Baku Kertas Seni. Balai Litbang Kehutanan Sumatera. Gondok Padang.

Gusnita, Ria. 2014. Penurunan Konsentrasi COD dan Fosfat Limbah Cair Laundry Dengan Kiambang (Salvinia natans), Saringan Pasir Lambat dan Karbon Aktif. Skripsi Sarjana pada Teknik Lingkungan STTL “YLH†Yogyakarta: tidak diterbitkan.

Hammer, M.J., 1986, Water and Wastewater Technology SI Version, John Wiley & Sons, Singapore.

Hanrahan, G., Paulo Gardoinski, Martha Gledill, and Paul Worsfold, 2002, Environmental Monitoring of Nutrients, dalam Environmental Monitoring Handbook, Frank R. Burden (editor), McGraw-Hill, New York.

Harper, D.1992. Eutrophication of Freshwaters. Principles, problems and restoration. Chapman and Hall, London.

Hera, 2003, Sodium Tripolyphosphate, Human & Environmental Risk Assessment on Ingredients of European Household Cleaning Products, London.

Jeffries, M., and D. Mills. 1996. Freshwater Ecology, Principles and Applications. John Wiley and Sons. Chicester UK.

Matichenkov, V. V and D. V. Calvert. 2002. Silicon as a Beneficial Element for Sugarcane. Journal American Society of Sugarcane Technologiest. 22 : 21-30.

Morse. et. al 1993 (The Economic and Environment Impact of Phosphorus Removal from Wastewater in the European Community), APHA, AWWA, WEF, 1995, Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 19th edition, Ed : Andrew D. Eaton, APHA, Washington DC.

Mukti, A. M., 2008, Penggunaan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Pre-Treatment Pengolahan Air Minum pada Air Selokan Mataram, Laporan Tugas Akhir, Universitas Islam Indonesia, Jogjakarta.

Nasrul Thahar. Mengendalikan Eceng Gondok Danau Kerinci. Harian Kompas. 28 maret 2001.

Nugroho, Y. A. 2008. Penurunan Kadar Phosphate Pada Limbah Cair Laundry Menggunakan Reaktor Biosand Filter Diikuti Dengan Reaktor Karbon Aktif. Tugas Akhir Teknik Lingkungan UII. Yogyakarta.

Pettijohn, F. J. 1975, Sedimentary rock, Halper and R Brother, New York.

Qasim, S.R., 1985, Waste Water and Treatment Plans (Planning, Design and Operation), CBS Collage Publishing, USA.

Reynolds. 1993. Progress in Oceanography vol. 10. Pergaman Press: Oxford

Saragih, Rumondang T.P. 2009. Penentuan Kadar Fosfat Pada Air Umpan Recovery Boiler dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk-PORSEA. Fakultas MIPA. Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara.

Showell, M.S., 2006, Introduction to Detergents dalam Handbook of Detergents Part D: Formulation, editor : Uri Zoller, Taylor & Francis Group, hal. 1-26

Siregar, A.S. 2005, Instalansi Pengolahan Air Limbah. Kanisius. Yogyakarta.

Smulders, E., 2002, Laundry Detergents, Wiley-VCH, Verlag GmbH, Weinheim

Sri Widyaningsih, Triatmi. 2011. Kecepatan Penyerapan Logam Chrom Total dan Tembaga dengan Enceng Gondok, Suara Pustaka. Yogyakarta.

Subroto, M.A. 1996. Fitoremediasi. Dalam: Prosiding Pelatihan dan Lokakarya Peranan Bioremediasi Dalam Pengelolaan Lingkungan, Cibinong, 24-25 Juni.

Sudaryo dan Sutjipto. 2009. Identifikasi dan Penentuan Logam pada Tanah Vulkanik di Daerah Cangkringan Kabupaten Sleman dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron Cepat. Seminar Nasional V SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta, 5 November 2009. ISSN 1978-0176. Hlm. 715722.

Sudradjat, A., Paripurno, E.T., Syafri. I. 2010. The Characteristics of Lahar in Merapi Volcano, Central Java as the Indicator of the Explosivity during Holucene. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 6 No. 2 Juni 2010: 69-74. Bandung.

Sugiharto, 1987, Dasar–dasar Pengelolaan Air Limbah, Cetakan Pertama, UI Press, Jakarta.

Suharto. 2010. Limbah Kimia Dalam Pencemaran Air dan Udara, Andi, Yogyakarta.

Sutrisno C.T., Dkk. 2006, Teknologi Penyediaan Air Bersih, Rineka Cipta, Jakarta.

Tjokrokusumo.1998. Pengantar Enginering Lingkungan, Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan. Yayasan Lingkungan Hidup. Yogyakarta.

Widianto dan Suselo, 1977. Sifat-sifat eceng gondok dan kerugian yang ditimbulkannya; Jakarta.

Widyanto, L. S. dan H. Susilo. 1977. Pencemaran Air oleh Logam Berat dan Hubungannya dengan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes). BIOTROP. Bogor, Indonesia.

Woodwell, J.C., Dyer, J., Pinkham, R., and Chaplin, S., (1995) Water Effiency for Your Home, Rocky Mountain Institute, Third Edition.

Yuliana, Meta. 2013. Efektivitas dan Efisiensi Fitoremediasi Orthofosfat Pada Detergen Dengan Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes). Universitas Maritim Raja Ali Haji. Kepulauan Riau.

Zulaikha, S. dan Gunawan, 2006. Serapan Fosfat dan Respon Fisiologis Tanaman Cabai Merah Cultivar Hot Beauty terhadap Mikoriza dan Pupuk Fosfat PadaTanah Ultisol. Bioscientiae Volume 3, Nomor 2 : Halaman 83-92.

,Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 tentang baku mutu air limbah domestik.

,Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

Hasil konsultasi pribadi, Akhsin Zulkoni, 2015

Downloads

Published

2019-12-24

Issue

Section

Articles