KAJIAN KESIAPAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA UNTUK PENERAPAN PERATURAN WALIKOTA NO. 3 TAHUN 2014 TENTANG PENYEDIAAN AIR BAKU USAHA PERHOTELAN DI KOTA YOGYAKARTA

Authors

  • Octavianta Raharja Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37412/jrl.v21i1.88

Keywords:

Air tanah, air baku, konservasi air

Abstract

Pemerintah Kota Yogyakarta di Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pemenuhan kebutuhan air baku hotel memakai air yang dipasok oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM). Dengan peraturan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan air tanah untuk memenuhi kebutuhan hotel akan air bersih dikarena adanya penelitian yang menyatakan penurunan muka air tanah di kota Yogyakarta.

Pelaku usaha perhotelan secara umum telah mengetahui arti pentingnya mesnjaga keberadaan air tanah dan sudah mengetahui usaha – usaha konservasinya. Akan tetapi mereka masih memilih menggunakan air tanah dikarenakan mereka menilai kestabilan pasokan air dari PDAM masih kurang dikarenakan kendala jaringan perpipaan yang masih menjadi satu dengan jaringan penyediaan untuk rumah tangga. Selain itu karena harga air baku yang berasal dari air tanah masih jauh lebih murah daripada harga air yang berasal dari PDAM.

Oleh karena itu, pemerintah daerah harus konsisten dalam menerapkan peraturan yang melarang penggunaan air tanah. Pengawasan penggunaan air tanah di kalangan pelaku bisnis perhotelan harus dilaksanakan secara ketat karena hotel masih menggunakan lebih dari 60% dari total air bersih yang digunakan, yang melanggar ketentuan yang ada. Pemerintah daerah juga harus meningkatkan kepercayaan pelaku bisnis perhotelan terhadap perusahaan air daerah dengan meningkatkan layanan mereka sehingga dapat menarik penggunaan dan mengurangi penggunaan air tanah.

References

Bann, C., & Wood, S. C. (2012). Valuing groundwater: A practical approach for integrating groundwater economic values into decision making - A case study in Namibia, Southern Africa. Water SA, 38(3), 461–466. https://doi.org/10.4314/wsa.v38i3.12

BPS. (2020). Kota Yogyakarta Dalam Angka 2020.

Dimintrov, D. M. (2013). Quantitative Research in Education: Intermediate and Advanced Methods. 449.

Hardin, G. (1968). The Tragedy of the Commons. 26–35.

Hendrayana, H., & Vicente, V. A. de S. (2013). Cadangan Airtanah Berdasarkan Geometri dan Konfigurasi Sistem Akuifer Cekungan Airtanah Yogyakarta-Sleman. Prosiding Seminar Nasional Kebumian Ke-6, 356–370.

Mankiw, N. G. (2008). Principles of Microeconomics. SOUTH-WESTERN CENGAGE Learning.

Marwasta, D. (2010). Yogyakarta Urban Growth Versus Smart Growth : Towards Yogyakarta Slow City Proposal. Seminar on “To Solve Problem Through Art and Cultural Activities,†1–16.

Mason, R. (1996). Market failure and environmental degradation. In Market failure and environmental degradation. In, Swanson, T.M. (ed.) The Socio-Economic Causes of Environmental Degradation (p. 29). Edwar Elgar Publishing Limited. http://eprints.soton.ac.uk/id/eprint/33442

Parker, C. (2000). REDUCING THE RISK OF POLICY FAILURE: CHALLENGES FOR REGULATORY COMPLIANCE Organisation for Economic Co-operation and Development 1. Public Management Committee (PUMA), 1–91.

Qureshi, M. E., Reeson, A., Reinelt, P., Brozovi, N., & Whitten, S. (2012). Factors determining the economic value of groundwater. 821–829. https://doi.org/10.1007/s10040-012-0867-x

Reid, W. V, Alcamo, J., Wood, S., Dietz, T., Hamilton, K., & Gadgil, M. (2005). Ecosystems and human well-being: a report on the conceptual framework working group of the Millenium Ecosystem Assessment. In Ecosystems (Vol. 5, Issue 281). https://doi.org/10.1196/annals.1439.003

Rejekiningrum, P. (2009). Peluang Pemanfaatan Air Tanah untuk Keberlanjutan Sumber Daya Air. Jurnal Sumberdaya Lahan, 3(2), 85–96.

Remondi, F., Burlando, P., & Vollmer, D. (2016). Exploring the hydrological impact of increasing urbanisation on a tropical river catchment of the metropolitan Jakarta, Indonesia. Sustainable Cities and Society, 20, 210–221. https://doi.org/10.1016/j.scs.2015.10.001

Sankar, U. (2014). Madras School of Economics. June.

Smith, M., Cross, K., Paden, M., & Laban, P. (2016). Managing Groundwater Sustainably. In Water Policy (Vol. 11, Issue 5).

Sutopo, M. F., Sanim, B., Syaukat, Y., & Mawardi, M. I. (2011). Analisis Kesediaan Membayar jasa Lingkungan Dalam Pengelolaan Sumberdaya Air Minum Terpadu Di Indonesia (Studi Kasus DAS Cisadane Hulu). 12(1), 17–23.

Widarti. (2003). Buku Pedoman Inventarisasi Jasa Lingkungan. Ditjen PHKA.

Downloads

Published

2021-04-29

Issue

Section

Articles