Analisis Spasial Pola Seismisitas dan Implikasinya Terhadap Kerentanan Lingkungan di Pulau Jawa dan Sekitarnya
DOI:
https://doi.org/10.37412/eij.v2i1.440Keywords:
Kerentanan lingkungan, Pulau Jawa, Analisis spasial, Gempa bumi seismitasiAbstract
Pulau Jawa merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas
seismik yang tinggi akibat posisinya yang berdekatan dengan
zona subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng
Eurasia. Aktivitas seismik tersebut tidak hanya berdampak pada
aspek kebencanaan dan infrastruktur, tetapi juga memiliki
implikasi signifikan terhadap kerentanan lingkungan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan pola spasial
seismisitas di Pulau Jawa dan sekitarnya serta mengkaji
implikasinya terhadap kerentanan lingkungan sebagai dasar
perencanaan wilayah berbasis risiko. Data gempa bumi
diperoleh dari United States Geological Survey (USGS)
Earthquake Catalog dengan periode waktu 18 Januari 2021
hingga 25 Januari 2026 dan magnitudo minimum ≥ 2,5. Metode
penelitian meliputi pengolahan data seismik, klasifikasi
magnitudo dan kedalaman gempa, serta analisis spasial
menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa aktivitas gempa bumi di
wilayah studi didominasi oleh gempa bermagnitudo menengah
(M 4,0–5,9) dan berkedalaman dangkal hingga menengah,
dengan konsentrasi episentrum yang tinggi di sepanjang pesisir
selatan Pulau Jawa. Pola sebaran tersebut berkaitan dengan
zona subduksi aktif dan beberapa struktur sesar regional.
Implikasi lingkungan dari kondisi ini meliputi peningkatan
risiko longsor di daerah berlereng, gangguan stabilitas lahan
pesisir, serta tekanan terhadap ekosistem dan kawasan lindung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Environmental Insight Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








