Analisis Kualitas Air Sumur Gali di Kelurahan Arfai Kabupaten Manokwari, Papua Barat

Penulis

  • David Victor Mamengko Universitas Papua
  • Agnes Dyah Novitasari Lestari Universitas Papua
  • Sabarita Sinuraya Universitas Papua
  • Pribowo Angling Kusumo Universitas Papua
  • Sri Haryono Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
  • Dewi Eviane Institut Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37412/eij.v2i2.492

Kata Kunci:

kualitas air tanah, standar kualitas, Papua Barat

Abstrak

Kualitas air tanah merupakan salah satu indikator penting dalam evaluasi kondisi lingkungan, terutama pada kawasan yang akan mengalami perubahan penggunaan lahan dan pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi awal kualitas air tanah di sekitar lokasi rencana pembangunan gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) di kawasan Arfai, Manokwari, berdasarkan parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi. Sampel air tanah diambil dari dua sumur yang berada di sekitar lokasi kegiatan, yaitu sumur kantor BPKP dan kantor Depag, kemudian dianalisis menggunakan metode pengujian kualitas air yang berlaku dan dibandingkan dengan baku mutu lingkungan PP RI nomor 22 tahun 2021 lampiran VI (Kelas 2). Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter fisika air tanah relatif stabil, ditandai oleh suhu 29,8–30,0 °C, daya hantar listrik sebesar 332–580 µS/cm, serta konsentrasi TDS, TSS, dan kekeruhan yang relatif rendah. Parameter kimia menunjukkan pH netral hingga sedikit basa (7,16–7,66), BOD <2 mg/L, COD <3 mg/L, dan DO sebesar 4,3–5,1 mg/L, yang mengindikasikan rendahnya beban bahan organik dan kondisi akuifer yang cenderung oksidatif hingga semi-oksidatif. Konsentrasi sulfat, nutrien, fluorida, dan logam terlarut relatif rendah atau berada di bawah batas deteksi metode analisis, sedangkan minyak dan lemak serta deterjen total tidak menunjukkan indikasi masukan pencemar yang signifikan. Parameter mikrobiologi berupa fecal coliform dan total coliform juga berada pada konsentrasi sangat rendah atau di bawah batas deteksi. Secara keseluruhan, kualitas air tanah pada kedua titik pengamatan masih berada dalam kondisi baik dan belum menunjukkan tekanan antropogenik yang berarti.

Diterbitkan

23-07-2026

Terbitan

Bagian

Articles