Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata Pantai di Kabupaten Bantul
DOI:
https://doi.org/10.37412/eij.v2i2.493Kata Kunci:
daya dukung, ekowisata pantai, kesesuaian wisata, pesisir Bantul, wisata pesisirAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian ekowisata kategori rekreasi pantai serta menghitung daya dukung kawasan pada empat lokasi pantai di Kabupaten Bantul, yaitu Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, dan Pantai Pandansari. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berpotensi memberikan dampak ekonomi sekaligus tekanan terhadap lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penilaian kesesuaian wisata berdasarkan parameter biofisik, meliputi kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, material dasar, kecepatan arus, kemiringan, kecerahan perairan, penutupan lahan, biota berbahaya, dan ketersediaan air tawar. Selain itu, daya dukung kawasan dihitung menggunakan formula daya dukung wisata untuk mengetahui kapasitas optimal pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pantai yang diteliti termasuk dalam kategori sesuai (S2) untuk pengembangan ekowisata rekreasi pantai dengan skor berkisar antara 51 hingga 58. Daya dukung kawasan bervariasi, dengan nilai tertinggi terdapat pada Pantai Depok sebesar 36 pengunjung per hari, diikuti Pantai Parangtritis, Pantai Pandansari, dan Pantai Parangkusumo. Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan pantai di Kabupaten Bantul memiliki potensi yang baik untuk pengembangan ekowisata, namun tetap memerlukan pengelolaan berbasis daya dukung agar keberlanjutan lingkungan dapat terjaga.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Agustina Setyaningrum, Primanda

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








