Penerapan POAC dalam Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Berbasis Lingkungan pada Kegiatan Penambangan Pasir Ilegal
DOI:
https://doi.org/10.37412/eij.v3i1.510Kata Kunci:
POAC, penyakit akibat kerja, penambangan ilegal, kesehatan lingkungan kerjaAbstrak
Kegiatan penambangan pasir ilegal merupakan fenomena yang masih marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Desa Watutena, Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka. Kegiatan ini berlangsung tanpa perizinan formal dan tanpa mekanisme perlindungan kesehatan kerja yang memadai, sehingga pekerja dapat menghadapi risiko penyakit akibat kerja (PAK) berbasis lingkungan yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) dalam upaya pencegahan PAK berbasis lingkungan pada kegiatan penambangan pasir ilegal di Desa Watutena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan kunci, observasi langsung di lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen POAC tidak diterapkan secara terstruktur, dengan enam dari delapan indikator bernilai nol. Tiga faktor risiko dominan yang teridentifikasi meliputi pajanan debu silika (71,4% pekerja mengeluhkan gejala respirasi), ergonomi manual handling (71,4%), dan paparan panas matahari langsung (85,7%). Status ilegal dan ketidakhadiran manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) membuat kegiatan ini berada di luar jangkauan pengawasan pemerintah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Elisabeth Evenince nince, Akmal Aminudin, Yoseph Keytimu

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









